Tambang Pasir Ilegal Di Desa Buyut Utara Semakin Marak

LAMPUNG TENGAH ( Lintas media. News) : – Tambang pasir ilegal yang berada di Desa buyut Utara Gunung sugih Lampung tengah menjadikan lurah buyut Utara ” S” Menjadi merajalela dengan menarik retribusi angkutan muat pasir per mobil sebesar Limapuluh limaribu rupiah setiap kendaraan.

Lurah desa Buyut Utara ini yang berinisal “S ” Mengambil upeti kepada setiap mobil yang akan memuat pasir sebesar Lima puluh lima ribu rupiah, untuk setiap mobil sementara satu hari mobil yang mengangkut hampir mencapai seratus tiga puluh dum truck .

Pungutan yang diambil oleh lurah “S” Pada setiap mobil ini tidak jelas diperuntukan atau digunakan untuk apa, sebab tidak pernah dirapatkan dalam pertemuan warga ” Terang salah seorang warga ” Yang enggan disebutkan namanya.

Saat akan dikonfirmasi terkait masalah pungutan muat pasir pada setiap mobil yang dikenakan sebesar Lima Puluh Lima Ribu rupiah untuk setiap mobil permuatnya lurah “S” tidak dapat temui, baik dilokasi maupun kantornya ” Tetang salah seorang awak media “.

Lurah ” S ” Ini mengeruk dan memanfaatkan kendaraan yang muat guna mementingkan dan memperkaya diri sendiri, kalo dihitung perhari dari 130 x Rp. 55.000,- maka yang dikantongi oleh lurah “S” Perhari sebesar Rp. 7.150.000,- ” Terang warga ”

Dengan kejadian ini para supir angkut pasir juga merasa keberangkatan atas pungutan yang diambil oleh lurah “S” ini, seperti yang disampaikan oleh salah seorang supir “Rahmat”.

Pengerukan tambang pasir ilegal ini tidak lagi manual sudah menggunakan alat berat, sehingga banyak yang bolong, fihak pemerintah hendaknya segera turun tangan guna mengatasi masalah ini. Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *