Kecamatan Katibung Diguyur Rp 26,8 Miliar Untuk Pembangunan 2022

KATIBUNG(Lintasmedia.news) : – Kecamatan Katibung mendapat jatah anggaran pembangunan untuk tahun 2022 sebesar Rp26,8 miliar dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan.

Hal itu terungkap dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kecamatan Katibung yang berlangsung di Lapangan Desa Trans Tanjungan, Kecamatan Katibung, pada Jumat pagi (04/02/2022).

Wakil Bupati Lampung Selatan Pandu Kesuma Dewangsa membuka langsung Musrenbang di Kecamatan Katibung mewakil Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto.

Dari data yang diterima media ini, Kecamatan Katibung mendapat kucuran anggaran pembangunan dari Pemkab Lampung Selatan sebesar Rp. 26.857.118.268 di tahun 2022.

Besaran anggaran untuk pembangunan di 12 desa se-Kecamatan Katibung itu terdiri dari anggaran operasional Kecamatan Katibung sebesar Rp. 2.166.169.500 serta Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun 2022 sebesar Rp. 24.690.948.768.

Wakil Bupati Pandu Kesuma Dewangsa mengatakan, bahwa Pemkab Lampung Selatan menggunakan sistem e-planning melalui aplikasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dalam penyusunan perencanaan pembangunan tahun anggaran 2023.

“Pelaksanaan Musrenbang ini diharapkan menjadi upaya untuk melakukan penajaman, penyelarasan, klarifikasi dan kesepakatan usulan rencana kegiatan pembangunan desa yang diintegrasikan dengan prioritas pembangunan dan inovasi daerah,” ujar Pandu.

Lebih lanjut Pandu menyampaikan, berbicara pembangunan tentu saja tidak terlepas dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang setiap tahun dianggarkan. Dimana pada tahun 2022 APBD Kabupaten Lampung Selatan mencapai Rp. 2,2 triliun.

Meski demikian kata Pandu, anggaran yang tersedia dirasakan masih belum bisa mencukupi semua kebutuhan pembangunan di Kabupaten Lampung Selatan pada semua sektor.

“Kami terus berupaya untuk menggali dan mencari sumber-sumber dana baik dari pemeritah provinsi, pemerintah pusat dan CSR dalam mendukung pembangunan. Disamping para investor diharapkan bisa menanamkan modalnya di Kabupaten Lampung Selatan,” ucapnya.

Pandu mengingatkan, pelaksanaan Musrenbang RKPD tingkat kecamatan itu hendaknya tidak hanya dijadikan sekedar melaksanakan tahapan proses perencanaan pembangunan.

Lebih dari itu kata Pandu, forum Musrenbang tahunan itu agar dapat dijadikan sebagai satu-satunya forum yang tertinggi dalam menjaring aspirasi masyarakat.

“Sehingga apa yang dihasilkan dalam forum ini benar-benar merupakan kumpulan kegiatan yang akan menjadi acuan dalam penyusunan program dan kegiatan pembangunan Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2023 mendatang,” kata Pandu.

Sementara, dalam laporannya, Camat Katibung Hendra Jaya menyampaikan, bahwa Kecamatan Katibung mendapat alokasi anggaran pembangunan sebesar Rp.31.882.380.395 pada tahun anggaran 2021. Besaran anggaran itu telah direaliasikan untuk pembangunan fisik dan non fisik di 12 desa yang ada di Kecamatan Katibung.

“Tahun ini Dana Desa di Kecamatan Katibung mengalami kenaikan sebesar 5 persen. Dari Rp.15.720.355.000 pada tahun 2021 menjadi Rp.16.894.227.000 di tahun 2022. Sedangkan untuk ADD tetap diangka Rp.7.796.721.768,” terang Hendra Jaya.

Hendra Jaya menuturkan, pembangunan fisik yang telah terealisasi pada tahun 2021 yakni, peningkatan jalan rabat beton di Dusun Rejo Desa Tanjung Agung sepanjang 482 meter.

Selanjutnya peningkatan jalan rabat beton ruas Jalan Tugu Topeng – Simpang Babatan sepanjang 660 meter, pembangunan jalan lingkungan dan drainase di Desa Karya, dan pembangunan gorong-gorong di Dusun Way Buha Desa Tanjung Agung.

“Untuk Jalan Tugu Topeng hingga Simpang Babatan terkendala pandemi COVID-19, jadi dapatnya sepotong-sepotong. Jalan yang kita lewati untuk kesini, dari jalan Trans Sumatera sebagian bagus, sudah beton. Tapi sebagian lagi belum,” kata Hendra Jaya.

Selain itu lanjut dia, terdapat juga pembangunan lainnya yang telah terealiasi. Seperti pembangunan sumur bor di Desa Tanjung Ratu, pembangunan sumur BOR JIAT di Desa Tanjungan dan Desa Neglasari, pembangunan sumur bor SPAM dan saluran Desa Neglasari, serta pemasangan pipa dan saluran di rumah Desa Pardasuka.

“Selain pembangunan fisik, kami juga telah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) melalui Dana Desa tahun anggaran 2021 kepada 17.452 KK dengan total bantuan sebesar Rp.5.235.600.000,” kata mantan Kepala Dinas Kominfo Lampung Selatan ini. Rudhy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *