Prihatin, Jembatan Warga Dusun Pancur Pembangunannya Terbengkalai

PESAWARAN(Lintasmedia.news) : — Proyek pembangunan jembatan Warga Dusun Pancur diduga swakelola Dinas PUPR mangkrak sejak tahun 2021, kini kondisinya sangat memperihatinkan retak dan ditumbuhi rumput liar.

Proyek mangkrak tersebut berada di Dusun Pancur, Desa Hurun, Kabupaten Pesawaran  berbatasan dan terhubung langsung dengan Kelurahan Keteguhan, Teluk Betung Timur, Kota Bandar Lampung. Minggu (04/9).

Menurut warga setempat berinisial SR, proyek tersebut terkesan janggal karena sejak awal pengerjaanya tidak ada papan informasi sehingga secara umum masyarakat tidak mengetahui asal-usulnya.Kata SR

SR menambahkan, berawal warga sempat gembira atas pengerjaan proyek jembatan tersebut, namun kegembiraan tersebut pupus impiannya karena pembangunan nya terbengkalai (mangkrak)

Pasalnya, warga yang tinggal di Dusun Pancur, selama puluhan tahun hanya memiliki satu akses transportasi keluar masuk Dusun dengan cara melintasi aliran sungai secara langsung.

Arus sungai tersebut tak jarang membuat warga serta para siswa sekolah terhambat untuk beraktifitas.kata SR.

Joko, warga yang setiap hari melintasi aliran sungai tersebut mengatakan, untuk mencari nafkah dirinya dan warga lainya terpaksa melintasi sungai dengan resiko yang mengancam bahkan, tak jarang warga yang terjatuh dari sepeda motornya “ujar Joko “, Menerangkan

Tak hanya aktifitas mencari nafkah, para pelajar yang setiap hari pergi untuk menuntut ilmu juga kadang harus terkendala menuju sekolahnya

Lena, salah seorang siswa SMP yang setiap hari melintas di sungai tersebut mengatakan, seragam sekolah nya kerap basah karena terkena air sungai dan bahkan, tak jarang mengalami luka karena terjatuh dari sepeda motor ” Tuturnya ”

Saat ini para masyarakat berharap dan memohon kepada Pemerintah untuk segera memperbaiki jembatan yang belum rampung pembangunannya tersebut, agar pembangunan jembatan dapat berfungsi dengan baik sesuai harapan masyarakat demi kelancaran aktifitas perekonomian warga dan pendidikan.  Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *