Pemilik RM. Singgalang Indah Mengutuk Terhadap Pelempar Batu Pada Etalase Usahanya

BANDARLAMPUNG,(Lintasmedia.news) : – A. Effendi pemilik rumah makan Padang Singgalang Indah yang beralamat di jalan Batu Sangkar no 1 pasar Bambu Kuning mengeluhkan atas aksi premanisme yang melempar etalese dagangannya dengan sebuah batu. Rabu (13/7).

Iya menduga ada kaitan dengan kedatangan premein ke tempat rumah makannya beberapa hari lalu, preman itu menyampaikan pesan Kadis terkait etalase miliknya, untuk dimundurkan dan tidak permanen, namun effendi bukan mengabaikan perintah tersebut karna tidak ada surat yang dikeluarkan oleh kadis tersebut jadi percaya tidak percaya masa sekelas kadis merintah ke preman pasar apa tidak ada staf nya, mangkanya tidak dihiraukan, preman itu berkata hebat kamu, pada effendi saya tidak tanggung jawab bila ada terjadi sesuatu, ucapnya. Selang berapa hari kemudian kaca etalasenya dilempar batu.

Kalo ada perda nya untuk membongkar dan mundur saya siap melaksanakan, asal jangan tebang pilih, sebab rumah makan yang lain juga ada etalasenya diluar pintu masuk., saya masih dalam pekarangan tempat saya sendiri tidak mengganggu orang yang lain ” Ungkapnya “.

Pelemparan batu pada etalase usaha saya sudah dua kali terjadi ” Tambah effendi “.

Preman BD kepercayaan kadis ini pernah berkata “Salut saya sama abang, saya cukup ngasih tahu, kalau ada apa-apa saya sudah ngasih tau,” katanya.

“Kejadian pertama setelah dua hari preman itu menemui saya, etalase kaca saya pecah pukul 02.30 wib, dan setelah tiga bulan kejadian pertama tepatnya pada tanggal 5 Juli etalase pecah lagi dengan waktu yang sama yakni pukul 02.30 wib,” bebernya.

Fendi juga menjelaskan dirinya juga sudah pernah bertanya pada penjaga malam, namun petugas jaga malam ini tidak tahu menahu karena penjagaan hanya keliling sekali saja.

“Satpam penjaga pasar juga sempat saya tanya siapa yang melempar kaca etalase saya ? Terus satpam itu menjawab, masa kaca itu yang saya jaga.

Padahal saya membayar penjaga malam dimana pembayaran diambil dua kali dalam satu bulan.” jelasnya. Tapi tanggung jawabnya tidak ada.

Sebelumnya, saya pernah bertemu dengan kepala dinas membahas etalase yang dianggap melanggar perda sehingga perlu di lakukan penertiban, padahal ada rumah makan lainnya yang etalesenya juga sama berada di depan.

“Saya gak tau persis permasalahannya, kalau benar kepala dinas ini menegakkan Perda tentu tidak tebang pilih, mungkin ada bisikan-bisikan dari preman karena berebut jatah, dan karena ditempat saya ada yang menjaga bukan anak buahnya maka itu dibilang melanggar perda, dan kepala dinas menegur saya.

Pria kelahiran Jambi ini mengatakan bahwa dirinya sudah melaporkan kejadian premanisme ini ke pihak kepolisian dengan nomor laporan : lp/B/582/lll/2022/SPkT/POLRESTA BANDAR LAMPUNG/POLDA LAMPUNG, tanggal 15 maret 2022, untuk menuntut keadilan.

“Saya disini sudah berdagang sekitar 3 tahun, dan baru kali ini terjadi pecah etalase. Saya sudah laporkan, baik itu kejadian pertama maupun kejadian kedua. Pelaporan saya ini untuk menuntut keadilan dan mencari tahu siapa, supaya kejadian ini bisa diselesaikan dengan baik,dan tidak terulang lagi ” harapnya.

“Saya kan pedagang, kenapa sih harus bawa-bawa preman? Kalau memang ini dari dinas seharusnya dipanggil pakai surat kedinasan atau memanggil saya ke kantor dinas ini kan lebih baik daripada membawa preman,?.” Sesalnya.

Atas kejadian ini, dia menuturkan bahwa dirinya mendapatkan kerugian baik itu finansial atupun kerugian lainnya dan dirinya merasa terzholimi sebagai pedagang.

“Kalau kerugian ini memang tidak bisa terbaca. Tapi kalau etalase itu senilai Rp 8juta, tapi kalau saya tidak berdagang selama seminggu. Berapa Saya kehilangan pelanggan, dan ini berdampak pada moral-saya, perbuatan ini sangat keji dan merusak hak saya sebagai warga negara dalam usaha. ” tuturnya.

Dari pantauan di lapangan, etalese yang pecah belum di perbaiki dan masih terdapat pecahan kaca dan sebuah batu besar ada didalamnya.

Semoga fihak polisi cepat bertindak agar tertangkap siapa dibalik peristiwa ini  … Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *